Kamis, 08 Maret 2012

Peluang Usaha Dendeng Ikan


Sudah banyak alternatif usaha pengolahan hasil laut terutama jenis ikan yang telah kita bahas, seperti pembuatan ikan asin, ikan asap, olahan siap santap seperti abon dsb. Berikut ulasan sebuah alternatif pengolahan ikan segar menjadi olahan Dendeng Ikan, dengan keunggulan dapat meningkatkan nilai ekonomis/nilai jual ikan, memperpanjang waktu simpan serta meningkatkan cita rasa ikan menjadi menu yang lezat dan praktis untuk dinikmati setiap saat. Pembuatan dendeng tidak sulit, dan dapat dilakukan dengan alat-alat yang biasa terdapat di rumah tangga.
Dendeng ikan adalah ikan kering yang telah diberi bumbu, dan kadang-kadang telah mengalami proses-proses pemasakan. Dengan demikian, dendeng berbeda dengan daging kering yang tidak diberi bumbu (kecuali garam). Dendeng ikan ini memiliki masa simpan yang cukup lama sehingga menjadi salah satu alternatif pengolahan ikan dari permasalahan sifat ikan yang mudah membusuk. Pembuatan ikan menjadi dendeng ikan ini masih memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan lebih jauh.
 BAHAN PEMBUATAN DENDENG IKAN
Ikan Segar
Dianjurkan menggunakan ikan berukuran sedang yang kurang bernilai ekonomis. Ikan tamban merupakan salah satu jenis ikan berukuran sedang yang dapat diolah menjadi dendeng ikan. Ikan ini mempunyai tekstur daging lunak, dan berduri halus di dalam daging. Adanya duri halus tersebut menyebabkan ikan tamban paling cocok diolah menjadi produk kering seperti dendeng. Rasa dendeng tamban sangat enak dan tidak sulit membuatnya.
Bumbu-Bumbu
Setiap 1 kg ikan membutuhkan gula (200 gram), asam jawa (40 gram), bawang merah (50 gram), bubuk ketumbar (20 gram), lengkuas (30 gram), garam (300 gram), bawang putih (100 gram).
 PERALATAN DALAM PEMBUATAN DENDENG IKAN
Peralatan yang digunakan dalam pembuatan dendeng ikan ini banyak menggunakan peralatan dapur rumah tangga, sehingga usaha ini bisa dilakukan oleh siapa pun dengan modal yang tidak terlalu mahal. Peralatannya terdiri atas :
Pisau dan talenan.
Alat ini digunakan untuk menyiangi dan mengiris daging ikan menjadi irisan tipis. Pisau yang digunakan hendaknya tajam, tipis dan terbuat dari logam stainless steel.
Pengering.
Alat ini digunakan untuk mengeringkan ikan. Pengering dapat berupa alat penjemur sederhana, atau berupa alat pengering yang berbahan bakar (minyak, kayu bakar, atau arang), bertenaga listrik atau bertenaga cahaya matahari.
Keranjang peniris.
Alat ini digunakan untuk meniriskan ikan setelah direndam dengan larutan garam.
Penggiling bumbu.
Alat ini digunakan untuk menggiling bumbu dendeng. Secara mudahnya bisa menggunakan peralatan dapur seperti cobek dan muntu.
Panci.
Alat ini digunakan untuk merebus bumbu.
Lemari pendingin/Kulkas.
Alat ini digunakan untuk menyimpan ikan yang direndam di dalam larutan bumbu.
 CARA PEMBUATAN DENDENG IKAN
TAHAP PENDAHULUAN
Penyiangan.
  • Ikan disiangi dan dibelah seperti yang dilakukan terhadap ikan yang akan dikeringkan.
  • Bagian di bawah insang dipotong tanpa menyebabkan kepala ikan terpotong.
  • Kemudian perut ikan dibelah dari anus ke arah insang tanpa melukai jeroannya.
  • Perut yang sudah terbelah dibuka. Jeroan dan insang dibuang.
  • Bagian dalam perut disikat dengan ujung pisau untuk membuang sisa­-sisa darah.
  • Setelah itu, ikan dicuci sampai bersih.
Pembelahan.
Ikan dibelah pada bagian perut. Pembelahan dimulai dari kepala ke arah ekor tanpa menyebabkan bagian punggung terpotong.
Pembuangan tulang belakang.
Belahan ikan yang telah dibelah dibuka, kemudian tulang belakang ditarik dengan pinset sampai terlepas.
TAHAP PEMBUATAN LARUTAN BUMBU
  • Lengkuas, bawang putih, dan bawang merah digiling halus. Bumbu­-bumbu ini dicampur dengan gula, asam jawa dan bubuk ketumbar.
  • Air sebanyak 1 liter direbus sampai mendidih. Kemudian ditambahkan bumbu yang telah disiapkan di atas. Campuran tersebut dididihkan sambil diaduk-aduk selama 30 menit sampai kental. Setelah itu larutan bumbu didinginkan.
TAHAP PERENDAMAN DI DALAM LARUTAN BUMBU
Ikan direndam di dalam larutan bumbu semalam pada suhu dingin di dalam kulkas. Setelah itu, ikan dikeluarkan dari larutan bumbu, dan dimasukkan ke dalam kantong plastik, kemudian plastik ditutup rapat. Kantong plastik tersebut dibiarkan di udara terbuka sampai suhunya tidak dingin lagi (sama dengan suhu kamar).
TAHAP PENGERINGAN.
Setelah ikan di dalam kantong tidak dingin lagi, ikan dikeluarkan dari kantong, kemudian segera dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 10 %. Selama pengeringan, ikan dibalik-balik agar pengeringan merata dan lebih cepat. Hasil pengeringan disebut dengan dendeng mentah ikan.
TAHAP PENGEMASAN.
Dendeng mentah ikan dapat disimpan di dalam kantong plastik.
TAHAP PENGGORENGAN.
Dendeng ikan yang telah kering dapat digoreng di dalam minyak panas (1700) selama 30~60 detik sambil dibalik-balik, kemudian cepat-cepat diangkat dan ditiriskan.
 Dendeng ikan ini umumnya dipasarkan dalam bentuk mentah atau belum di goreng, namun jika Anda ingin memasarkan dalam kondisi sudah siap santap pun tidak menjadi suatu masalah.


Source  :  binaukm.com
Peluang Usaha Lain  :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar